Semarang — Kementerian ATR/BPN terus memperkuat langkah pemerataan akses tanah sebagai strategi menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen itu ditegaskan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid dalam kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim, Sabtu (02/05/2026).
Menurut Nusron Wahid, distribusi tanah yang lebih adil akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tanah bukan hanya aset, tetapi juga instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mengurangi kesenjangan sosial.
Ia menyebut, pemerintah saat ini tengah mendorong restrukturisasi distribusi tanah agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas dalam memanfaatkan sumber daya agraria. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata di berbagai wilayah.
Selain memperluas akses masyarakat terhadap tanah, kebijakan ini juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan rakyat dan keberlanjutan investasi. Dengan demikian, pembangunan nasional dapat berjalan secara berkeadilan dan tetap memberikan kepastian bagi pelaku usaha.(*)












