Langsa— Dalam suasana bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang penuh berkah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) PTIK Angkatan 83 Widya Parama Satwika Lemdiklat Polri melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Masjid Al-Falah, Gampong Geudubang Aceh, Kecamatan Langsa Baroe, Pemko Langsa, sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana serta menghadirkan suasana Ramadhan yang penuh keceriaan dan harapan. Sabtu (21/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Angkatan 83 yang sedang melaksanakan pengabdian di Provinsi Aceh, dengan tujuan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak serta mempererat hubungan emosional antara perwira Polri dan masyarakat.
Trauma healing yang dilaksanakan dikemas melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif seperti permainan kelompok, cerita motivasi, edukasi nilai-nilai kebersamaan, serta kegiatan interaktif yang bertujuan mengembalikan rasa percaya diri dan kebahagiaan anak-anak setelah mengalami situasi bencana.
Para mahasiswa STIK juga memberikan pendekatan persuasif dan humanis agar anak-anak merasa aman, nyaman, dan kembali bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga terapi psikologis ringan yang membantu pemulihan mental mereka.
Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh tawa, di mana anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap permainan dan kegiatan yang diberikan, sementara para orang tua yang hadir menyampaikan rasa syukur karena anak-anak mereka dapat kembali tersenyum dan berinteraksi dengan penuh keceriaan.
Geuchik Gampong Geudubang Aceh, Muhammad Fajar Fahlevy, S.Tr.IP., menyampaikan apresiasi atas kegiatan trauma healing yang dilaksanakan, karena dinilai sangat membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak serta memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat.
Tokoh masyarakat, Ridwan, S.Pd.I., M.A., mengungkapkan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepedulian dan pendekatan humanis mahasiswa STIK kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan warga.
Para orang tua anak-anak turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan, karena kegiatan trauma healing ini dinilai mampu mengurangi rasa takut dan kecemasan anak-anak serta mengembalikan semangat mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Perwira Pendamping Mahasiswa STIK Angkatan ke-83, KBP Andi Baso Rahman, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini merupakan bagian dari pembinaan karakter mahasiswa agar memiliki empati sosial, kepedulian kemanusiaan, serta kemampuan memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat, sehingga kehadiran mahasiswa STIK di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan pemulihan bagi generasi masa depan.(*)












