HeadlineNanggroe

Perkuat Ukhuwah dan Stabilitas Wilayah, Silaturahmi Kebangsaan Tangse Satukan Pemerintah, KPA, dan Tokoh Masyarakat

126
×

Perkuat Ukhuwah dan Stabilitas Wilayah, Silaturahmi Kebangsaan Tangse Satukan Pemerintah, KPA, dan Tokoh Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Tangse – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Balai Pertemuan Kecamatan Tangse saat Muspika Tangse bersama Komite Peralihan Aceh (KPA) menggelar Silaturahmi Kebangsaan, Senin (17/11/2025). Tidak hanya pejabat dan aparat keamanan, kegiatan ini turut menghadirkan tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, hingga para keuchik, yang semuanya menyatu dalam satu tujuan: merawat perdamaian Aceh.

 

Mengangkat tema “Merawat Perdamaian dalam Bingkai NKRI Menuju Pidie Tapuga, Aceh Meusyeuhu dalam Bingkai Syariat”, forum ini menjadi ruang bertemunya berbagai pemikiran tentang masa depan Tangse dan Pidie yang lebih damai, religius, dan berkemajuan.

 

Sekcam Tangse, mewakili Camat, mengingatkan kembali memori masa lalu yang tidak mudah. Ia menekankan bahwa kedamaian yang kini dinikmati adalah karunia besar yang lahir dari perjuangan panjang dan harus terus dijaga.

 

“Dulu kita pernah merasakan pahitnya konflik. Sekarang kita hidup dalam suasana aman. Ini berkah yang tak boleh kita sia-siakan,” katanya penuh penegasan.

 

Dari sisi masyarakat, Ketua KPA Kecamatan Tangse, Junaidi, membawa pesan penuh harapan dan komitmen. Ia menegaskan bahwa KPA akan terus berada di garis depan dalam mendukung pembangunan dan penguatan SDM, yang menurutnya merupakan kunci kemajuan Aceh.

 

“Bagi kami KPA, rakyat adalah segalanya. Jiwa raga kami kami wakafkan demi kemajuan rakyat Aceh,” ucapnya lantang.

 

Kehadiran Danramil 16/Tangse Lettu Kav Dian Prayatna dan Kapolsek Tangse Iptu Muhammad Jamil menambah kekuatan simbol persatuan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Para imum mukim, tokoh adat, tokoh agama, serta para kepala desa juga hadir, menandai kokohnya kebersamaan lintas unsur.

 

Acara ditutup dengan doa bersama, melambangkan harapan kolektif agar perdamaian Aceh terus terjaga hingga ke generasi mendatang. Para peserta sepakat memperkuat ukhuwah, mempererat hubungan antarwarga, dan bersama-sama mengawal pembangunan demi terwujudnya Aceh yang sejuk, bermartabat, dan damai dalam bingkai NKRI.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *