Headline

DLH Kota Langsa Kenalkan Inovasi Daur Ulang Sampah: Maggot, Pakan Ternak dan Pupuk Masa Depan

424
×

DLH Kota Langsa Kenalkan Inovasi Daur Ulang Sampah: Maggot, Pakan Ternak dan Pupuk Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Langsa – Sebuah terobosan unik dipamerkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Langsa di acara Pesona Pesisir Timur Aceh pada Minggu (8/9/2024). Produk maggot, hasil dari daur ulang sampah organik, mencuri perhatian banyak pengunjung dalam stand UMKM DLH. Maggot ini bukan hanya menjadi pakan ternak yang ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi solusi bagi penumpukan sampah di Kota Langsa.

Kepala DLH Kota Langsa, Ade Putra Wijaya Siregar, ST, MM, dengan bangga mengungkapkan bahwa produk ini merupakan hasil kerja keras tim DLH yang berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Srikandi. “Kami menciptakan maggot ini dari sampah organik yang diproses secara alami. Hasilnya, maggot ini dapat digunakan sebagai pakan ternak seperti ikan, ayam, dan bebek, serta pupuk organik berkualitas tinggi,” ujarnya di tengah-tengah antusiasme pengunjung yang ingin tahu lebih lanjut.

Ade menjelaskan, program budidaya maggot ini mulai berjalan pada Juli 2024 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Pondok Keumuning, Kecamatan Langsa Lama. “Produk ini menunjukkan bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang perlu dibuang, melainkan bisa diolah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Kami ingin masyarakat melihat bahwa dengan inovasi yang tepat, sampah bisa bernilai ekonomi,” kata Ade dengan penuh semangat.

Harga jual maggot saat ini mencapai Rp6 ribu per kilogram, namun Ade mengakui bahwa produksi masih terbatas karena proses pengembangan yang masih baru. “Meski begitu, kami optimis produksi akan meningkat. Dengan volume sampah harian Kota Langsa mencapai 50 ton, kami berharap dapat menghasilkan beberapa ton maggot per hari di masa mendatang. Produk ini akan menjadi unggulan DLH dalam mendukung pertanian dan peternakan lokal,” tambahnya.

Selain maggot, stand DLH juga memamerkan berbagai produk kreatif lainnya yang terbuat dari sampah daur ulang, seperti tas ramah lingkungan, pakaian dari bahan limbah, taplak meja, hingga keset kaki. Semua ini menjadi bukti bahwa sampah, jika diolah dengan kreatif, dapat menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual.

Tak hanya sekadar pameran, DLH juga mengundang masyarakat untuk belajar langsung tentang pengolahan sampah di TPA. “Kami siap memberikan edukasi bagi siapa saja yang tertarik. Kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah bisa diubah menjadi solusi, bukan masalah,” tutup Ade.

Dengan inovasi maggot ini, DLH Kota Langsa tak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga membuka jalan bagi potensi UMKM baru di bidang pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Pesona Pesisir Timur Aceh pun menjadi saksi lahirnya solusi kreatif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi lokal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *