Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat kinerja impresif dalam pengelolaan tata ruang nasional sepanjang tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran. Melalui produk persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), pemerintah berhasil menggerakkan investasi senilai Rp357,17 triliun hanya dalam kurun Oktober 2024–Oktober 2025.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyebut angka tersebut sebagai sejarah baru dalam pemanfaatan instrumen penataan ruang. Menurutnya, KKPR kini menjadi salah satu pilar kunci dalam menciptakan iklim investasi yang lebih sehat, transparan, dan berbasis kepastian ruang.
“Ini bukti nyata bahwa tata ruang bukan hanya rencana di atas kertas. Ada realisasi ekonomi yang berjalan, investasi yang bergerak, dan pembangunan yang terarah. Pemerintah punya fondasi kuat untuk memastikan pemerataan pembangunan dari pusat hingga daerah,” ujar Nusron, Senin (27/10/2025).
Ia menyampaikan bahwa proses penyusunan dan sinkronisasi RTRW di berbagai wilayah telah memberikan kepastian bagi pelaku usaha, terutama sektor pertanian modern, industri pengolahan, pertambangan, hingga transportasi logistik. Dengan terbitnya KKPR, investor tidak lagi terkendala informasi ruang yang tumpang-tindih atau tidak sinkron dengan rencana pembangunan daerah.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan bahwa investasi berbasis KKPR memberi dampak langsung pada pembukaan lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur di daerah. Nusron menekankan bahwa percepatan pemanfaatan ruang akan memberikan multiplier effect yang signifikan, terutama di wilayah berkembang dan kawasan luar Jawa.
Pemerintah juga disebut terus menyempurnakan sistem digital KKPR untuk memantau pemanfaatan ruang secara berkelanjutan. Teknologi ini memungkinkan pemerintah mengidentifikasi potensi konflik pemanfaatan ruang, meningkatkan kualitas pengawasan, dan memastikan setiap kegiatan sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
“Era baru tata ruang bukan hanya tentang kepatuhan, melainkan tentang arah strategis pembangunan. Dengan investasi yang semakin besar dan kepastian ruang yang terjaga, kita menatap masa depan pembangunan nasional yang lebih berdaya saing,” tegas Nusron.(*)












