Pidie Jaya – Seorang anak korban bencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya terpaksa datang ke sekolah tanpa mengenakan seragam pada hari pertama masuk sekolah setelah satu bulan pascabencana banjir yang terjadi pada November 2025.
Anak tersebut bernama Tajul, siswa kelas III MIN Ulim, Pidie Jaya. Ia datang ke sekolah dengan pakaian biasa karena seluruh seragam sekolahnya hanyut terbawa banjir yang merendam rumah keluarganya di Desa Meunasah Bie.
“Baju sekolah saya semuanya terbawa banjir. Untuk peralatan tulis, sedikit masih ada dan sebagian besar sudah ikut terbawa banjir,” kata Tajul saat di temui Bithe.co dikediamannya, Senin (6/1/2026).
Desa Meunasah Bie merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang pada November 2025.
Luapan Sungai Meureudu menyebabkan air menggenangi rumah-rumah warga disertai lumpur dengan ketinggian mencapai setara orang dewasa.
Pantauan Bithe.co, hingga kini sebagian besar warga Meunasah Bie masih bertahan di tenda-tenda darurat karena rumah mereka belum dapat ditempati dan masih dipenuhi lumpur sisa banjir.
Meski hidup dalam keterbatasan pascabencana, Tajul tetap berangkat ke sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di hari pertama sekolah.
Kondisi ini menggambarkan dampak banjir yang masih dirasakan warga, khususnya anak-anak usia sekolah, meski bencana telah berlalu lebih dari satu bulan.
Sumber: bithe.co
Foto: Mardili/Bithe.co












