PHP_INJECT_OK
The post Duda dan Wanita Ini Digerebek di Eks Kantor Aceh Timur di Langsa, Mengaku Telah Berhubungan Suami Istri appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Keduanya digerebek usai melakukan hubungan layaknya suami istri di kantor yang sudah lama tidak berpenghuni ini, di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.
Akibat perbuatannya itu, kedua terduga pelaku pelanggaran syariat Islam yaitu lelaki MR (22) warga Aceh Tamiang dan U (17) warga Langaa ini, sekarang diamankan di Kantor Satpol PP dan WH setempat.
Kasatpol PP dan WH Kota Langsa, Rudi Selamat, melalui Danton WH, Heri Iswady, mengatakan, awalnya petugas mendapat laporan ada aktivitas mencurigakan di bekas Kantor Pemkab Aceh Timur di Jalan Cut Nyak Dhien Langsa, persisnya di sebelah Lapangan Tenis.
“Laporan warga, ada sepasang non muhrim malam dini hari itu berada di bekas kantor Pemkab Aceh Timur yang tidak berpenghuni itu,” sebut Heri.
Atas laporan pelanggaran syariat itu, tambah Heri, regu piket Satpol PP dan WH Kota Langsa sekitar pukul 02.00 WIB langsung bergerak menuju ke lokasi untuk memastikannya.
Ternyata benar, saat digerebek petugas dan masyarakat pasangan haram MR dan U berada di dalam gedung eks kantor dengan kondisi cukup gelap itu.
Kepada petugas, mereka mengaku baru selesai melakukan hubungan terlarang di dalam gedung bekas perkantoran Pemkab Aceh Timur dimaksud.
Awalnya mereka berjanji bertemu di sekitar lokasi, lalu wanita inisial U masuk duluan ke dalam kantor itu kemudian disusul MR duda anak 1 ini, MR memberikan uang Rp 200 ribu ke U.
“Malam itu juga keduanya langsung digelandang ke Kantor Satpol PP dan WH untuk diproses sesuai ketentuan Qanun Syariat Islam yang berlaku,” tutup Heri.
Sumber: Serambi Indonesia
Foto: Kirim Danton WH Heri
The post Duda dan Wanita Ini Digerebek di Eks Kantor Aceh Timur di Langsa, Mengaku Telah Berhubungan Suami Istri appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Potensi Beda Tanggal Awal Ramadan, Menag & Muhammadiyah Buka Suara appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Awalnya BMKG mengungkap kajiannya yang menunjukkan ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 10 Maret, berkisar antara 0,33 derajat di Jayapura, Papua, sampai dengan 0,87 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat.
Tinggi hilal berdasarkan kajian BMKG itu belum masuk kriteria tinggi hilal yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Indonesia telah menetapkan posisi hilal untuk menentukan awal bulan hijriah berdasarkan kesepakatan MABIMS dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4derajat.
Sementara, ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 11 Maret berkisar antara 10,75 derajat di Merauke, Papua, sampai dengan 13,62 derajat di Sabang, Aceh.
Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H pada Senin, 11 Maret, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.
Meski begitu, Kemenag baru akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal puasa atau 1 Ramadan pada 10 Maret mendatang.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran yang mengimbau umat Islam tetap menjaga toleransi menyikapi potensi perbedaan 1 Ramadan 1445 H. Menurutnya ada potensi perbedaan penetapan awal Ramadan tahun ini.
Hal ini tertuang dalam edaran Menag nomor 1 tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1445 H/2024 M yang ditandatangani 26 Februari 2024.
Yaqut juga mengimbau umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Ia juga menganjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar selama bulan Ramadan.
“Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi,” bunyi salah satu poin tersebut.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki menganggap biasa jika awal bulan Ramadan tahun 1445 H/2024 ini potensial berbeda antara pemerintah dengan Muhammadiyah.
“Wah, sudah biasa, sudah biasa,” kata Saiful di Hotel Aston, Grogol, Jakarta, Rabu (28/2).
Senada dengan Yaqut, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga memprediksi nantinya awal bulan Ramadan 1445 H tahun ini akan berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah. Sementara Hari Raya Idulfitri akan berlangsung sama dengan pemerintah.
Mu’ti lantas berkelakar banyak warga yang ikut Muhammadiyah jika organisasi keagamaan Islam pimpinan Haedar Nashir itu menetapkan awal puasa lebih dulu ketimbang pemerintah.
Mu’ti lantas berkelakar banyak warga yang ikut Muhammadiyah jika organisasi keagamaan Islam pimpinan Haedar Nashir itu menetapkan awal puasa lebih dulu ketimbang pemerintah.
“Kalau Hari Raya berbeda, yang ikut duluan saya kira banyak. Tapi kalau ikut puasanya yang Muhammadiyah duluan, saya enggak yakin banyak yang ikut Muhammadiyah,” kata Mu’ti yang disambut tawa ketika berpidato di acara peluncuran buku Haedar Nashir di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (4/3).
Sumber : CNNIndonesia.com
The post Potensi Beda Tanggal Awal Ramadan, Menag & Muhammadiyah Buka Suara appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Sosok Damara, Disabilitas yang Lolos Jadi Polisi Selepas Lulus S1 appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Kebetulan, dia memiliki keterbatasan pada tangan kanannya atau sebagai penyandang tuna daksa. “Bangga sih, kaya nggak nyangka sampai sekarang bisa sampai di sini, bisa sampai detik ini. Tesnya ya sama sih kaya yang lain,” ucap Damara dilansir dari laman Tribrata News pada Minggu (3/3/2024).
Damara adalah lulusan dari S1 Bimbingan dan Konseling Universitas Veteran Bangun Nusantara.
Dia dikenal sebagai atlet paralimpik cabang lari dan sering mewakili provinsinya untuk berlaga. Bahkan, sudah beberapa kali memenangkan lomba.
Keinginan menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Namun, keterbatasan pada tangan kanannya sempat membuatnya mengubur cita-citanya. Dengan adanya program penerimaan dari kelompok difabel, cita-cita Damara pun hidup kembali.
Damara menilai program penerimaan SIPSS dari kelompok difabel ini menjadi jawaban dari impiannya. Dia pun tak menyangka Polri memberikan kesempatan penyandang disabilitas berkarier sebagai anggota organik. “Ya mungkin ini jawabannya sekarang. Sekarang saya di sini, ikut tes SIPSS. Makanya saya masih nggak nyangka saya bisa di sini, masih nggak percaya. Jujur saya tidak ada persiapan khusus mengikuti seleksi ini,” ucap dia.
Selama proses seleksi, ia mengaku menilai para petugas tidak memberikan perlakuan berbeda pada para calon siswa. “Pengasuh, paping nggak membedakan yang disabilitas dengan yang lain, kalau salah ya salah, dimarahi ya dimarahi, dihukum ya dihukum,” ungkap Damara.
Sebelumnya, Damara pernah bekerja di Polres Sukoharjo selepas lulus kuliah. Kala itu, ada lowongan pekerjaan bagi kaum difabel. Dia pun menjadi pegawai harian lepas (PHL) operator 110 di Polres Sukoharjo.
Dulu kan ada Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan. Beliau punya program rekrutmen disabilitas, dan terpilihlah saya dari tiga orang yang mendaftar. Saya sebagai petugas layanan 110,” ungkap Damara. Tiga tahun lamanya Damara bekerja di Polres Sukoharjo, hingga akhirnya kini mengikuti seleksi SIPSS.
Alumnus SMA Veteran I Sukoharjo ini berharap pada waktu mendatang Polri bisa menyediakan kuota lebih banyak untuk SIPSS dari kelompok disabilitas. Menurutnya, kebijakan menerima difabel sebagai anggota Polri menjadi angin segar bagi banyak penyandang disabilitas.
Harapan saya untuk Polri, kesempatan untuk teman-teman disabilitas lebih diperlebar lagi, kuotanya dibuka yang lebih biar teman-teman bisa membuktikan mereka juga bisa. Yang punya mimpi-mimpi dan cita-cita itu biar bisa kembali bergairah hidupnya,” jelas Damara.
Damara berharap keikutsertaan dirinya pada seleksi ini memberikan gambaran nyata kelompok difabel memiliki kesempatan yang sama dengan orang pada umumnya untuk masuk SIPSS Polri.
Sekarang mungkin masih belum banyak yang mendaftar karena mungkin belum ada gambarannya juga kalau disabilitas ikut seleksi Polri seperti apa. Semoga dengan saya di sini, teman-teman juga tambah semangat kalau yang mau mendaftar Polri bisa mempersiapkan diri,” tutup Damara.
Sumber : Kompas.com
The post Sosok Damara, Disabilitas yang Lolos Jadi Polisi Selepas Lulus S1 appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>