PHP_INJECT_OK
The post Sakit Kepala Gegara Skip Ngopi? Bisa Jadi Alami Caffein Headache appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Saat waktu minum kopi terlewat, hal itu bisa memicu kondisi yang dikenal sebagai caffein headache. Kondisi ini dapat terjadi pada seseorang yang biasanya mengkonsumsi kafein berhenti atau mengurangi asupannya.
Dikutip dari Medical News Today, hal ini menyebabkan munculnya gejala seperti sakit kepala atau pusing, kelelahan, dan mudah marah. Dengan kata lain, orang yang mengalami kondisi ini memang sudah kecanduan kopi.
Kandungan kafein pada kopi akan mengecilkan diameter pembuluh darah di kepala. Saat seseorang terbiasa minum kafein atau kopi lalu berhenti secara tiba-tiba, pembuluh darah tersebut akan melebar kembali dan menyebabkan sakit kepala.
Meski kafein bisa menyebabkan sakit kepala, kandungan ini bisa bermanfaat untuk mengatasi sakit kepala. Kafein dapat mengurangi peradangan, mengecilkan pembuluh darah, dan menambah efektivitas kerja obat-obatan sakit kepala, seperti paracetamol dan ibuprofen.
Bagaimana mengatasinya?
Untuk mengatasi caffein headache, disarankan untuk memperhatikan banyaknya kafein yang dikonsumsi sehari-hari. Jika sakit kepala atau migrain sering terjadi, disarankan untuk mengurangi konsumsi kafein atau berhenti mengkonsumsinya.
Namun, untuk berhenti mengkonsumsi kafein harus bertahap. Mulai dari mengurangi porsi minum, misalnya dari dua cangkir sehari menjadi satu cangkir saja.
Jika sakit kepala yang terjadi semakin mengganggu, disarankan meminum obat pereda nyeri yang mengandung ibuprofen dan paracetamol. Selain itu, bisa istirahat yang cukup, minum banyak air, olahraga, dan mengkonsumsi makanan bergizi.
Selain sakit kepala, berhenti mengkonsumsi kafein juga bisa mengalami:
Sumber : Detikhealth.com
The post Sakit Kepala Gegara Skip Ngopi? Bisa Jadi Alami Caffein Headache appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Lawan Kantuk saat Perjalanan Mudik Pakai Kopi Tubruk? Boleh-boleh Saja, Ini Syaratnya appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Secara umum, kafein memang dapat membantu mengatasi rasa kantuk. Tidak hanya kopi, kafein juga bisa diperoleh dari minuman teh.
“Minuman kopi atau teh di perjalanan itu juga bisa menjadi salah satu cara menyegarkan kembali tubuh dengan kandungan kafein,” jelas praktisi kesehatan tidur dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Paulina Thiomas Ulita, SpS kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Selain kedua jenis minuman itu, menenggak minuman berenergi yang mengandung kafein juga bisa dilakukan untuk mengatasi kantuk di perjalanan. Hanya saja, dr Paulina menyarankan agar konsumsi minuman tersebut tidak berlebihan.
“Sebenernya kan kalo minuman berenergi terlalu berlebihan ya juga gak bagus, karena dia juga memperberat fungsi ginjal. Jadi memang hanya untuk ya saat diperlukan saja,” ujarnya.
“Ya boleh-boleh aja sih kalau untuk mengurangi ngantuk sesaat,” sambung dr Paulina.
Kendati demikian, dr Paulina menegaskan tidak ada obat ngantuk yang lebih ampuh daripada tidur. Karenanya, dia menyarankan agar para pemudik lekas beristirahat sesampainya di tempat tujuan.
“Menurut saya yang terbaik habis perjalanan jauh tetap tidur. Tidur itu memang natural, manusia membutuhkan tidur. Kalau tidur nya di-skip, tubuhnya yang akan mengalami gangguan. Jadi kalau pas sampe di tempat perjalanan, ya sebaiknya memang makan yang cukup, tidak berlebihan. Makan yang cukup, bersih-bersih kemudian sebisa mungkin tidur dulu,” paparnya.
“Jadi memang tidur itu memang menjadi power, menjadi kekuatan untuk kita bisa beraktivitas. Jadi, jangan di-skip tidurnya,” pungkas dr Paulina.
Sumber : Detikhealth.com
The post Lawan Kantuk saat Perjalanan Mudik Pakai Kopi Tubruk? Boleh-boleh Saja, Ini Syaratnya appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Ramadan, Waktu Berbuka Puasa atau Sahur? appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Dilansir dari detikHealth (27/3/2023), kopi dapat memberikan semangat karena kafein dalam kopi adalah zat yang membuat tubuh lebih terjaga dan penuh energi.
Ini terjadi karena kafein menghentikan pesan lelah yang dikirim ke otak dari adenosin. Sebaliknya, kafein meningkatkan zat lain yang membuat kita merasa bersemangat, seperti dopamin.
Namun yang menjadi masalah bagi para peminum kopi adalah ketika puasa saat bulan Ramadan tiba. Waktu meminum kopi akan berubah. Lantas, kapan sebaiknya waktu minum kopi terbaik di saat puasa? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Waktu Minum Kopi Terbaik Saat Berpuasa
Sebenarnya minum kopi aman saja dilakukan kapanpun. Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia, Beta Sindiana Dewi, bahwa meminum kopi saat buka puasa aman-aman saja dengan catatan kondisi perut tidak kosong.
Selain meminum kopi saat perut telah terisi, beliau juga menyarankan untuk mengimbangi dengan air putih dan membatasi minum kopi per harinya yakni maksimal 450 miligram atau setara dengan empat cangkir kopi.
Minum Kopi Saat Berbuka
Masih dengan Beta Sindiana Dewi, Ahli Gizi dari Universitas Indonesia, beliau menjelaskan boleh meminum kopi saat berbuka puasa tapi beliau merekomendasikan untuk meminum air putih dan makanan manis terlebih dahulu. Barulah boleh meminum kopi setelah agak malam atau sesudah salat tarawih.
Beliau juga menyebut, kopi saat berbuka disebutnya bermanfaat karena bisa menstabilkan kembali level gula darah yang turun selama seseorang berpuasa.
Dilansir dari Info Sehat FKUI (20/4/2021) minum kopi setelah berbuka puasa juga bisa meningkatkan konsentrasi dan energi kita untuk nantinya shalat tarawih dan beribadah malam.
Minum Kopi Saat Sahur
Jika kita mencari manfaat meminum kopi saat sahur, tentu terdapat manfaatnya. Ahli gizi Universitas Indonesia, Beta Sindiana Dewi, mengatakan minum kopi saat sahur dapat meningkatkan energi sebagai persiapan puasa satu hari penuh.
Akan tetapi meminum kopi saat sahur juga perlu dipertimbangkan kembali. Dilansir dari Info Sehat FKUI pakar kesehatan menjelaskan minum kopi saat sahur bisa memberi efek buruk pada ketersediaan air tubuh selama berpuasa.
Hal ini terjadi karena kafein yang ada di dalam tubuh bisa melemahkan kandung kemih dan membuat kita akan sering buang air kecil terus. Efeknya bisa dehidrasi dan haus selama berpuasa
Dr. Diana Felicia Suganda, M Kes, SpGk. pada detikHealth (27/3/2023) mengatakan boleh saja meminum kopi saat sahur tetapi wajib diimbangi dengan air putih yang cukup. Misalnya setelah kita minum kopi kemudian kita juga meminum dua gelas air putih agar seimbang.
Nah itu dia ulasan mengenai pembahasan waktu terbaik untuk meminum kopi saat puasa yaitu agak malam setelah berbuka puasa.
Pastikan meminum kopi dalam keadaan perut terisi dan penting untuk memastikan kondisi lambung baik-baik saja saat minum kopi di bulan puasa. Semoga bermanfaat.
Sumber : detikhealth.com
The post Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Ramadan, Waktu Berbuka Puasa atau Sahur? appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Alasan Minum Kopi Tak Dianjurkan Saat Sahur appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Namun, rupanya ada beberapa jenis makanan atau minuman yang sebaiknya justru tidak dikonsumsi ketika sahur, salah satunya kopi. Kerap dijadikan ‘booster’ untuk mengawali hari, nyatanya mengonsumsi kopi saat sahur justru memberi efek samping yang kurang baik saat berpuasa.
“Kopi itu membuat kita lebih sering untuk buang air kecil, sementara puasa kan nggak minum tuh, berkurang cairan di dalam tubuh,” kata pengajar Prodi Kedokteran Keluarga FKUI dr Marinda Asiah Nuril Haya, MMed Sci, PhD.
Hal ini disebabkan oleh sifat diuretik yang dimiliki oleh kafein dalam kopi. Hal tersebut membuat kopi menjadi lebih dapat memicu produksi urine yang cenderung lebih banyak, sehingga akan lebih mudah untuk buang air kecil.
Ketika cairan dalam tubuh terus berkurang saat berpuasa, hal ini menurut dr Nuril dapat menyebabkan risiko dehidrasi menjadi lebih besar. Kondisi ini tentu juga ditambah kondisi puasa yang membuat seseorang tidak bisa mengonsumsi air sebagai ‘kompensasi’ untuk cairan yang keluar sampai berbuka puasa.
“Mungkin efek kafeinnya bisa stay selama beberapa jam, tapi setelah itu efek buang air kecilnya justru bikin lemas kekurangan cairan dan dehidrasi. Oleh karena itu sebaiknya dihindari,” ujarnya.
Oleh karena itu, dr Nuril menyarankan ada baiknya masyarakat sedikit mengubah kebiasaan minum kopi selama bulan puasa. Jika sebelumnya sudah terbiasa mengonsumsi minum kopi saat pagi, waktunya bisa diganti setelah buka puasa.
Dengan begini, cairan yang mungkin keluar setelah mengonsumsi kopi dapat langsung digantikan dengan air yang cukup.
Apabila kesulitan mengubah kebiasaan dan ingin tetap mengonsumsi kopi di waktu sahur, dr Nuril mengimbau untuk benar-benar memastikan kecukupan cairan dalam tubuh. Jumlah konsumsi air putih yang tepat dapat lebih menanggulangi efek diuretik dari kopi tersebut.
“Jadi pas sahur itu minum setidaknya sekitar dua gelas air putih. Terus nanti pas buka juga satu gelas air putih, satu gelas pas habis salat maghrib, terus dari isya sampai sahur lagi bisa tiga sampai empat gelas, sehingga kebutuhan cairannya itu tetap terpenuhi,” pungkasnya.
Sumber : Detikhealth.com
The post Alasan Minum Kopi Tak Dianjurkan Saat Sahur appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Sering Buang Air Besar Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan dari Para Ahli appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Dikutip laman Channel News Asia, Sabtu, 2 Maret 2024 konsultan senior umum dan ahli bedah kolorektal dari Colorectal Clinic Associates Dr Sulaiman Bin Yusof mengatakan ada zat lain dalam kopi yang dapat menggerakkan berbagai hal di usus besar Anda termasuk asam klorogenat, asam sitrat, asam asetat, flavonoid dan tanin, di antara senyawa lainnya.
“Ada makalah penelitian yang menyatakan bahwa rasa pahit kopi itu sendiri berperan dalam merangsang lambung,” kata Dr Sulaiman seperti dilansir dari Antara.
Bahkan pada kopi yang memiliki kandungan kafein sekitar satu hingga lima persen dari kopi biasa, bisa menyebabkan kemungkinan buang air besar setelah mengonsuminya. Dr Kewin Siah, konsultan senior di Divisi Gastroenterologi & Hepatologi Rumah Sakit Universitas Nasional, Departemen Kedokteran mengatakan asam klorogenat dalam kopi merangsang usus menambah efek kafein pada usus besar Anda.
“Gastrin (hormon yang merangsang lambung untuk melepaskan asam lambung) dan kolesistokinin (hormon yang memicu sekresi empedu dan enzim untuk mencerna lemak dan protein) juga dilepaskan sebagai respons terhadap kopi, sehingga selanjutnya merangsang kontraksi usus besar,” jelas Siah.
Namun pada penelitian yang dilakukan pada 100 orang, efek ini hanya terjadi pada 30 persen orang. Hal ini juga tergantung kadar kafein, jenis kopi dan cara biji kopi disangrai.
Kopi dari kopitiam bisa mengandung 100 mg kafein per cangkir sedangkan espresso hanya sekitar 40 mg kafein per cangkir.Konsumsi gula dan susu juga berpengaruh pada efek buang air besar karena konsumsi kopi.
“Konsumsi gula dapat merangsang pelepasan insulin. Hal ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi pada peningkatan pergerakan usus pada beberapa individu. Laktosa dan gula susu diklasifikasikan sebagai oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi (FODMAPs), Zat-zat ini dapat menyebabkan gejala seperti gas, kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar,” katagastroenterologi senior dari AliveoMedical Dr Stephen Tsao.
Kopi bisa menjadi suplemen yang kita gunakan untuk melancarkan buang air besar, kata Dr Sulaiman. Namun, jika kita menderita sembelit meskipun telah melakukan semua tindakan ini, kita harus mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi kolon untuk memastikan tidak ada masalah mendasar pada usus besar kita. Ini penting jika Anda mengalami gejala lain selain sembelit seperti pendarahan atau sakit perut.(*)
The post Sering Buang Air Besar Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan dari Para Ahli appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>