PHP_INJECT_OK
The post Makin Banyak Warga +62 Diabetes, Cukai Minuman Manis Malah Molor ke 2025 appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Sayangnya, banyak dari mereka tidak sadar mengidap diabetes sehingga kondisinya telanjur tidak terkendali. Bahkan, dari survei tersebut, hanya ada 17,9 persen pasien diabetes yang mengetahui kondisinya dan rutin mendapatkan perawatan serta pengobatan untuk mengontrol kadar gula darah.
Analisis lebih lanjut Kementerian Kesehatan RI di kelompok usia lebih dari 15 tahun menunjukkan proporsi kasus diabetes paling banyak ditemukan di DKI Jakarta yakni sebanyak 3,9 persen. Sementara untuk rata-rata nasional berada di 2,2 persen.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Syarifah Liza Munira menjelaskan pengukuran ini juga memperlihatkan kondisi diabetes yang terkendali malah lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia, ketimbang dewasa muda.
“Proporsi diabetes terkendali pada lansia lebih tinggi dibanding usia produktif,” tegasnya dalam Diseminasi Hasil Survei Kesehatan Indonesia, Rabu (12/6/2024).
Salah satu upaya pemerintah menekan angka kasus diabetes tinggi adalah dengan mengurangi konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di Indonesia. Wacananya sudah mencuat sejak 2007, tetapi kerap mundur hingga target terakhir berlaku selambatnya 2024.
Sayangnya, sampai pertengahan 2024 belum juga ada kabar ‘menggembirakan’, alias cukai MBDK hingga kini ditunda untuk disahkan.
“Kami lihat sampai semester II (2023), kami lihat dulu, lihat evaluasinya dulu. Kalaupun belum, tentunya mungkin kami bisa siapkan awal di 2024,” beber Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (14/2).
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono sebelumnya memperkirakan ada 28 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Dibandingkan negara tetangga, regulasi intervensi untuk penanganan dan pencegahan diabetes dinilai Dante jauh tertinggal.
“Kita ketinggalan dalam faktor regulasi dari tetangga kita di Singapura, harapannya dengan diskusi workshop hari ini mudah-mudahan penerapan cukai MBDK, bisa terealisasi secepat-cepatnya, sehingga masyarakat Indonesia jadi masyarakat sehat,” jelas Wamenkes.
“Bukan tidak mungkin, dan perlu kerja sama antara lintas lembaga untuk mewujudkan makanan sehat dalam kemasan jadi terealisasi cukainya,” sorotnya.
Molornya penerapan cukai MBDK bisa berdampak pada tantangan persiapan generasi emas di 2025 lantaran masih dibayangi kasus diabetes dan obesitas tinggi.
Cukai MBDK Molor
Arah yang berbeda disampaikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, yang kemudian membuka ruang cukai plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) kembali ditunda ke 2025. Pelaksanaan kebijakan itu kembali ada di Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani mengatakan cukai plastik dan MBDK tidak bisa berjalan tahun ini dan disiapkan untuk dilaksanakan pada 2025.
“Target bisa kita sesuaikan, kan kita kebijakan harus lihat kondisi di lapangan,” kata Askolani kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin (10/6).
Sumber : detikhealth.com
The post Makin Banyak Warga +62 Diabetes, Cukai Minuman Manis Malah Molor ke 2025 appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post 9 Makanan Penurun Kadar Gula Darah, Aman Dikonsumsi Pengidap Diabetes appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), diabetes adalah penyakit kronis jangka panjang yang mempengaruhi bagaimana tubuh memproses makanan menjadi energi.
Tubuh memecah sebagian besar makanan yang dikonsumsi menjadi glukosa atau gula dan melepaskannya ke aliran darah. Ketika kadar gula darah naik, ini akan memberikan sinyal pada pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin memegang peranan kunci untuk menjadikan gula darah dalam sel tubuh menjadi energi.
Ketika seseorang mengidap diabetes, tubuh tidak memproduksi insulin dalam kadar yang cukup atau tidak bisa memanfaatkan insulin ini sebagaimana mestinya. Saat tidak cukup insulin atau sel tubuh berhenti memberikan respons terhadap insulin, akan menjadikan kadar gula darah yang mengendap di aliran darah terlalu tinggi.
Kondisi tersebut dapat diperparah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi. Jika terus dibiarkan, maka diabetes dapat menyebabkan komplikasi hingga merusak organ tubuh lainnya.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut 9 makanan penurun gula darah yang aman dikonsumsi bagi pengidap diabetes untuk menjaga kadar gula darah.
1. Buah beri
Aneka buah beri, seperti stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik adalah indikator yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat menyebabkan kenaikan gula darah. Semakin tinggi angkanya, semakin cepat makanan tersebut membuat gula darah meningkat.
Selain itu, buah beri juga kaya akan serat, karbohidrat sehat, kalori, dan antioksidan yang ampuh melindungi tubuh dari penyakit dan mendukung pencernaan.
2. Alpukat
Alpukat juga termasuk makanan penurun gula darah. Buah ini memiliki kandungan lemak sehat dan mineral yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Tak hanya itu, mengonsumsi alpukat disebut dapat meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap efek hormon insulin. Alhasil, hormon tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan menjaga kestabilan gula darah.
3. Kacang-kacangan
Selain memiliki indeks glikemik rendah, kacang-kacangan juga memiliki kandungan serat dan protein yang tinggi. Karenanya, kacang-kacangan cocok menjadi camilan bagi pengidap diabetes atau mereka yang sedang mengendalikan kadar gula darahnya.
Perlu diingat, jangan mengonsumsi kacang yang diolah dengan garam atau gula agar tidak malah menyebabkan kenaikan gula atau tekanan darah.
4. Brokoli
Brokoli bisa dibilang sebagai ‘superfood’ untuk pengidap diabetes. Brokoli mengandung senyawa bernama sulforaphane. Zat inilah yang diyakini dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.
Menariknya, brokoli juga dapat diolah menjadi panganan mirip nasi sehingga bisa dikonsumsi sebagai alternatif bagi pengidap diabetes.
5. Ubi jalar
Tak hanya memiliki indeks glikemik rendah, ubi jalar juga kaya akan serat, karbohidrat sehat, vitamin A, B6, C, serta mineral dan antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jadi, tidak heran jika ubi jalar menjadi salah satu makanan penurun gula darah yang direkomendasikan untuk pengidap diabetes.
6. Gandum utuh
Makanan penurun gula darah lainnya adalah gandum utuh (whole grains). Gandum utuh mengandung karbohidrat kompleks yang lama dicerna oleh tubuh. Hal ini dapat memperlambat proses penyerapan gula dari makanan, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
7. Labu
Kandungan serat dan antioksidan pada labu membuat buah ini cocok dikonsumsi sebagai makanan penurun gula darah bagi pengidap diabetes. Bahkan, labu juga telah lama digunakan sebagai obat diabetes tradisional di banyak negara, seperti Iran dan Meksiko.
Labu juga mengandung karbohidrat bernama polisakarida, yang disebut memiliki potensi untuk mengatur kadar gula darah.
8. Telur
Salah satu makanan penurun gula darah yang paling mudah didapat adalah telur. Kandungan protein tinggi pada telur dapat membuat seseorang merasa kenyang tanpa memengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh.
Tak hanya itu, protein juga dapat memperlambat proses penyerapan makanan dalam tubuh. Hal ini turut berkontribusi dalam memperlambat proses penyerapan gula oleh tubuh.
9. Kale
Kale adalah sayuran penurun gula darah yang baik dikonsumsi oleh pengidap diabetes. Ini karena kale mengandung serat dan antioksidan berupa flavonoid.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan orang dewasa di Jepang, ditemukan bahwa mengonsumsi 7-14 gram makanan yang mengandung kale dapat menurunkan kadar gula secara signifikan dibandingkan plasebo.
Sumber ; Detikhealth.com
The post 9 Makanan Penurun Kadar Gula Darah, Aman Dikonsumsi Pengidap Diabetes appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>