PHP_INJECT_OK
The post Pengecer di Aceh Berpotensi Jadi Subpangkalan Elpiji 3 Kg appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Dengan status ini, pengecer bisa membeli langsung dari pangkalan resmi dan menjualnya kepada konsumen yang berhak menerima subsidi.
Menanggapi kebijakan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak menutup kemungkinan pedagang kios di Aceh juga dapat menjual elpiji 3 kg ke depannya.
“Ke depan dengan adanya regulasi baru yang membolehkan pengecer menjadi subpangkalan, kita akan menyesuaikan lagi seperti apa regulasi berikutnya,” kata Sales Branch Manager (SBM) III Gas Aceh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Muhammad Suhandha, saat ditemui di LPG 3 Kg Beusarie Niaga, Banda Aceh, Selasa (4/2/2025).
Suhandha menjelaskan bahwa selama ini kios atau pengecer di Aceh memang tidak diperbolehkan menjual elpiji 3 kg secara eceran.
Distribusi hanya dilakukan melalui pangkalan resmi untuk menjaga harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Selama ini di kios-kios atau pengecer itu memang tidak ada. Alasannya, karena harga bisa lebih tinggi dari HET yang ditentukan pemerintah, yaitu Rp 18.000,” ujarnya.
Namun, dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah, pihaknya akan menyesuaikan distribusi elpiji di Aceh sesuai regulasi terbaru.
“Cara yang sudah berjalan di Aceh sudah cukup bagus, karena pangkalan kita sudah cukup banyak. Jadi dengan distribusi yang sudah berjalan saya rasa sudah cukup baik,” pungkasnya.
Sumber: kompas.com
Foto: kompas.com/Zuhri Noviandi
The post Pengecer di Aceh Berpotensi Jadi Subpangkalan Elpiji 3 Kg appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>The post Kelangkaan Gas 3 Kg di Pidie, Harga Meroket Hingga Rp 40 Ribu Per Tabung appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>Menurut data yang dihimpun pada Kamis (17/10/2024), sejumlah pangkalan gas di Pidie mengaku sudah empat hari mengalami kekosongan stok. Meski demikian, pihak pangkalan mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kelangkaan ini, karena kuota gas tidak dikurangi dan distribusi tetap berjalan sesuai jadwal.
Fauzi Jamil, anggota DPRK Pidie, mengungkapkan kekhawatiran warga atas kondisi ini. “Kelangkaan gas 3 kg di Pidie sudah berlangsung seminggu. Dampaknya, harga melonjak tinggi, mencapai Rp 40 ribu per tabung,” ujarnya.
Di beberapa kecamatan seperti Glumpang Tiga, Glumpang Baro, dan Simpang Tiga, warga harus berjuang mendapatkan gas untuk kebutuhan harian mereka. Hal ini sangat menyulitkan, terutama karena saat ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi, di mana kebutuhan gas meningkat.
Fauzi mendesak Pemkab Pidie untuk segera turun tangan mencari tahu penyebab kelangkaan ini, serta memastikan distribusi gas kembali normal. “Harus ada langkah cepat dari Pemkab agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tegasnya.
Isu adanya penimbunan gas juga mulai mencuat, mengingat permintaan gas biasanya meningkat di bulan Maulid. Namun, hingga kini, penyebab pasti kelangkaan tersebut masih menjadi teka-teki.
Warga berharap Pemkab Pidie segera mengambil tindakan tegas agar distribusi gas bersubsidi kembali normal dan harga dapat terkendali.(*)
Foto : Serambi
The post Kelangkaan Gas 3 Kg di Pidie, Harga Meroket Hingga Rp 40 Ribu Per Tabung appeared first on KAMBULOLO.com.
]]>